Rektor UIM Berikan Motivasi Kepada Penyandang Disabilitas

16 January 2018
127

Universitas Islam Makassar kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) Sulawesi Selatan mengadakan Workshop tentang Kebijakan tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas dirangkaikan dengan Pelatihan Volunteer, Selasa (21/3/2017) di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Rektor Universitas Islam Makassar, Dr A Majdah M Zain dalam sambutannya, setiap orang ingin dilahirkan sempurna, tetapi kekuasaan Tuhan jauh lebih besar, tentunya kedatangan Dr Michael S Stein, Pengacara khusus untuk hak-hak Disabilitas berasal dari Harvard Law School – America yang juga seorang penyandang disabilitas menjadi satu hal yang harus kita manfaatkan untuk mendengarkan hal-hal yang terkait dengan penyandang disabilitas.

“Selain itu, teman-teman yang menyandang disabilitas tentunya memiliki potensi untuk berkarya, sebagai manusia kita harus membantu mereka untuk mengembangkan potensinya.”

Setiap orang yang menyandang disabilitas harus didampingi satu orang relawan selain dari orang tua mereka, olehnya itu kami selaku Ketua SOIna ingin merekrut relawan, sebagai bentuk kepedulian kita semua.

“Untuk anak-anakku yang menyandang disabiltas jangan kita berkecil hati, tetapi kita harus kuat dan tetap optimis agar dapat berkarya.” Tambahnya.

Dr Michael S Stein dalam paparannya dibantu tim penerjemah Bahasa Isyarat, saya sangat bangga dengan Indonesia, saya cinta Indonesia, semoga Indonesia bisa lebih baik dari America dalam hal menghargai teman-teman disabilitas.

Tentunya tidak akan ada disabilitas, selama lingkungan dirubah, misalnya ketika semua tayangan di televisi harus disertai dengan bahasa isyarat, setiap guru disekolahpun harus mengetahui bahasa isyarat, begitupun dengan tempat-tempat umum, saat ini di America sudah ada 400 orang bisu yang bergelar Doktor, ada yang bergelar Profesor, ada berprofesi Dokter, Pengacara dan semuanya berha

sil.

“Harapan kami Indonesia kedepan harus memberikan ruang lebih besar kepada teman-teman disabilitas agar mampu berkarya dan menggali potensinya, contohnya ketika saya kecil orang tua saya selalu mendorongku untuk melanjutkan studi, sampai hari ini. Karena penyandang disabilitas tidak untuk dikasihani dan disembunyikan, melainkan harus diberikan akses yang layak dan memberikan haknya sebagaimana mestinya”. Tambahnya.

Tampak hadir Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor IV UIM Muammar Bakry, dan 400 teman-teman penyandang disabilitas Makassar yang mengikuti workshop.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

English English Indonesian Indonesian